Oleh : Dr. Darul Abror, M.Pd.
Khutbah I
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِتَرْك الْمَنَاهِيْ وَفِعْلِ الطَّاعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ.
اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.
Alhamdulillah syukur, sampai hari ini, hidung kita masih bisa bernafas, mata kita masih bisa melihat, lisan kita masih bisa berucap, lebih-lebih hati kita masih terpanggil untuk melaksanakan sholat jum’at, tentu, ini atas hidayah Allah SWT, untuk itu, sebagai muslim yang bijak, tidak ada alasan bagi kita, untuk selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT dengan penuh ketundukan yang amat tinggi di hadapan Allah SWT.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.
Tidak sedikit dari kita, melihat kebahagian seseorang itu dari seberapa banyak harta yang dimiliki, jabatan yang diduduki, yang semua sifatnya materi. Dalam hal ini, Syekh Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitab beliau yang masyhur, Nashoikhul Ibad, menyampaikan ada tiga tanda manusia yang paling bahagia di dunia dan akhirat.
1. قَلْبٌ عَالِمٌ (Hati yang Mengerti/Berilmu)
Tanda pertama orang bahagia adalah memiliki hati yang “alim”, hati yang mengenal Allah dan memahami syariat-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Hati yang berilmu itu ibarat “Lampu Senter di Tengah Malam yang Gelap”. Bayangkan Anda berjalan di hutan yang gelap gulita. Tanpa senter, Anda akan takut, cemas, dan mudah tersandung akar pohon. Tapi dengan senter (ilmu), Anda tenang karena tahu mana jalan yang rata dan mana lubang yang berbahaya. Orang yang hatinya berilmu tidak mudah stres menghadapi masalah dunia, karena ia tahu semua ada dalam kendali Allah SWT.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.
2. وَبَدَنٌ صَابِرٌ (Tubuh yang Sabar)
Tanda kedua adalah fisik atau raga yang sabar dalam ketaatan dan sabar saat menerima ujian. Kita diingatkan pada kisah Nabi Ayyub AS. Beliau diuji dengan penyakit kulit yang parah selama belasan tahun, hartanya habis, dan anak-anaknya wafat. Namun, lisan dan hatinya tetap memuji Allah SWT. Beliau tidak mengeluh, karena baginya, kesehatan yang pernah ia rasakan jauh lebih lama dibanding masa sakitnya.
Tubuh yang sabar itu ibarat “Besi yang Ditempa Api”. Jika besi hanya didiamkan, ia akan karatan dan rapuh. Tapi jika besi itu dipukul, dibakar dengan api yang panas (ujian), ia tidak hancur, malah berubah menjadi pedang yang tajam atau alat pertanian yang sangat berguna. Ujian bagi tubuh kita (sakit, lelah bekerja di sawah/ dikebun/ dipasar) adalah cara Allah SWT membentuk kita menjadi manusia yang lebih kuat dan bernilai tinggi.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.
3. وَقَنَاعَةٌ بِمَا فِي الْيَدِ (Merasa Cukup dengan Apa yang Ada di Tangan)
Tanda ketiga adalah sifat Qona’ah, yaitu rida terhadap pemberian Allah. Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ
“Sungguh beruntung orang yang berserah diri,
وَرُزِقَ كَفَافًا
diberi rezeki yang cukup,
وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
dan dianugerahi sifat qona’ah oleh Allah atas apa yang diberikan-Nya.” (HR. Muslim).
Qona’ah itu ibarat “Memakai Sepatu yang Pas di Kaki”. Banyak orang mengejar sepatu yang mahal dan besar (harta berlimpah), tapi jika ukuran sepatunya tidak pas dengan kakinya, ia tidak akan nyaman berjalan, malah kaki bisa lecet dan luka. Orang yang bahagia bukanlah yang punya “sepatu paling mahal”, tapi yang merasa syukur dan nyaman dengan “sepatu yang ia pakai” saat ini. Meskipun rezeki kita hanya cukup untuk makan hari ini, jika hati Qona’ah, rasanya lebih nikmat daripada punya segalanya tapi hati selalu merasa kurang.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT
Semoga kita semua dianugerahi tiga hal ini: Hati yang terang dengan ilmu, badan yang sehat dengan kesabaran, dan jiwa yang tenang dengan rasa cukup. Aamin-aamin ya robbal alamin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ






